Cerita Sex Mesum ngentot Dengan ML Dikost Dengan Teman Sekantor

Posted on

Cerita Sex Mesum ngentot Dengan ML Dikost Dengan Teman Sekantor

Cersex Cerita Sex, Sex Hot, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru,  Perkenalkan namaku By. Cerita berumur Hot ini menceritakan saya pada ketika itu saya lagi bekerja di satu buah industri di area segitiga aurum di Jakarta. selaku seseorang bas, saya kerap melaksanakan ekspedisi ke luar kota buat mendatangi konsumen ataupun memantau pemasaran. Nah, sesuatu hari saya bertepatan memperoleh ijin buat masuk siang karna pada malam sebelumnya saya bekerja di luar kota.

sekeliling jam 10. 00, pintu kamar kostku diketuk oleh Bi Minah (pelindung kos).

“Mas, terdapat tamu”, memanggil menyeru Bi Minah dari kembali pintu.

atas malas-malasan saya beranjak dari lokasi tidurku serta membuka pintu. Eh.. , di belakang Bi Minah berdiri Ati, kawan sekantorku. benar, beliau berugas di komponen penjualan alhasil dapat atas bebas pergi kantor.

sehabis Bi Minah pergi, saya menyilakannya masuk.

“Ada apa nih? ”, tanyaku dengan mengucek-ucek mata.

Maklum, kemarin malam saya hingga di Jakarta sekeliling pukul 02. 00 dinihari.

“Nggak, ingin bermain aja”, jawabnya dengan mesem.

sehabis ngobrol ngalor-ngidul berhubungan keadaan kantor, saya meminta ijin buat mandi.

selagi di kamar mandi, saya lalu berasumsi terdapat apa kenapa sontak beliau hadir ke kosku. selagi ini saya cuma mengenalinya sebentar serta itu juga cuma adat. Bukannya sombong, tetapi beliau enggak anak buahku langsung. Jadi, benar sedikit berjumpa. tetapi, jujur aja, Ati terbilang cantik. atas kulitnya yang putih, gigi yang rutin apik, berlebih rambut hitamnya yang sebahu, siapa juga bakal membenarkan kecantikannya. Belum lagi dada serta pantatnya yang benar elok.

berakhir mandi, saya bergegas balik ke kamar. nyatanya, beliau telah bersandar di lokasi tidurku dengan membaca majalah. Pikiran kotorku lekas bekerja,

“Pasti terdapat maunya nih”. atas latar belakang bakal mengambil blus yang tercantel di kembali pintu, saya mengisolasi pintu serta menguncinya.

Sedetik setelah itu, saya menemaninya bersandar di ranjang.

dengan ngobrol, atas perlahan-lahan wajahku kudekatkan ke wajahnya. beliau cuma bungkam aja serta enggak menguji menghindar. Langsung aja kulumat bibirnya serta nyatanya responnya amat mencengangkan. Ati membalas ciumanku atas bersemangat serta bibirnya kian terbuka ketika lidahku main di mulutnya. Cukup lamban pula kita berangkulan, serta nyata burungku telah meronta akan pergi dari sarangnya. ketika kita berkecupan, beliau mengisikkan kalau beliau cinta padaku.

dengan lidahku menuruni lehernya yang tahapan serta harum, tanganku lekas menyentuh dadanya yang alot. beliau menggelinjang ketika tanganku meremas buah dadanya yang terletak di kembali blouse putihnya. atas halus kulepaskan satu persatu buah baju bajunya serta menyembullah buah dada yang terbungkus bra putih. atas skala 36B, buah dada itu tampak akan ingin curah dari cungkup branya.

lekas aja kubenamkan wajahku ke dadanya. Ati kian mendesau serta tangannya memijit-mijit rambutku. Kujilati dadanya serta atas gentle saya menapaki gunung kembarnya. atas mulutku, kubuka cup branya serta tangan kiriku membuka pemauk bra di punggungnya. Rupanya, kelembutanku amat mengasyikkan beliau. Ati mesem minim dengan mengelus rambutku.

Terlihatlah buah dada Atik yang menantang atas puting berona coklat kucam. Putingnya enggak seberapa besar, tetapi bundaran putingnya amat membuatku bersemangat. luas serta amat bundar sempurna. lekas kukulum putingnya serta sesekali menggigitnya atas sebati.

Ati kian buas serta badannya tersorong ke belakang hingga jatuh di ranjang. Ini memudahkan pengembaraanku. atas posisi berbaring, saya lebih bebas mengulum kedua buah dadanya. atas kedua tanganku, kutangkupkan kedua busut bagus itu serta lidahku menjilatinya bergantian. campuran permainan lidah serta remasan tanganku rupanya mendatangkannya kian bergairah.

“Terus, abang.. , lalu.. , aduh enaknya.. ”, desisnya. Buah dada yang tadinya halus itu kian mengejang putingnya serta atas rakusnya kulahap. Tangannya kian membenamkan wajahku ke buah dadanya.

Tangan Ati kemudian menapaki perutku serta jarinya masuk ke dalam celana dalamku. Kemaluanku juga dipijat-pijatnya. meskipun saya telah bengkak, tetapi penisku baru 70% ereksi. Bukannya sombong, tetapi saya terbilang lamban panas. saya lekas melepaskan celana dalamku serta atas bebas tangannya menggojlok penisku. Rasanya selangit lah, antara jijik serta lezat. meskipun enggak terbilang besar (jauh 15 centimeter, diamater 4 centimeter), tetapi daya tahan penisku cukup paripurna.

saya enggak ingin bertekuk lutut serta mulutku juga mulai menuju perutnya. Lidahku berakhir sejenak di pusarnya serta kumasuki bolongan pusarnya atas lidah. bokong Ati langsung mencuat serta desahannya kian cepat. kemudian tangan kananku mencari risleting roknya serta menurunkannya. gaun miniatur hijaunya kupelorotkan serta kuciumi pukang putihnya yang merangsang. Mulai dari kembali lutut, hingga pucuk pukang kejelajahi atas halus. Ati kelihatan mengerkah bibirnya seorang diri dengan matanya memejamkan arik keamanan.

kala kuciumi akar pahanya, kelihatan sebagian bulu lembut jerojol pergi dari celana dalam satin hitamnya. perlahan-lahan, jariku menyibak sisi celana dalamnya serta kujilati clitorisnya. Rupanya, kehebohan atas aturan kukulum clitorisnya kala lagi mengenakan celana dalam amat disukainya. desing Ati berbaur nafas yang kian berburu kian membuatku abnormal. atas bersemangat kujilati semua vaginanya yang berona merah belia. Lidahku turun naik menapaki faraj wanginya serta atas aksi buas kumainkan lidahku di bolongan kemaluannya.

sehabis sekeliling 5 menit, faraj bagus itu telah berair oleh cairan pekat serta atas bersemangat kian kujilati. kemudian, sontak Ati menarik lenganku ke berdasarkan.

“Ayo dong abang, Ati udah enggak kuat. Masukin dong abang.. ”, pintanya atas mata memelas.

beliau juga lekas menghindarkan kedua pahanya serta kelihatan vaginanya yang amat menggoda.

saya lekas memfokuskan penisku ke bolongan vaginanya. dengan melekap badannya atas akrab, perlahan-lahan kudorong penisku menaiki vaginanya. Mulanya kira-kira hela, tetapi Ati justru mendorong pantatku. akibatnya atas satu buah hentakan halus semua penisku sukses masuk. Bulu faraj Ati yang rimbun kerasa menggesek komponen berdasarkan penisku serta membuatku kian terangsang. sedemikian itu terletak di dalam gohong vaginanya, penisku langsung berkembang sempurna serta jadi keras sekali.

“Aduh, abang.. , lezat sangat punyamu. kian besar di dalam.. ”, desahnya.

Langsung kulumat bibirnya serta berbarengan pinggulku mendorong penisku buat maju berkurang. Alamak enaknya! komponen dalam vaginanya mencengkeram akrab penisku yang tidak henti-hentinya kugesek-gesekkan di bingkai vaginanya. “Benar-benar nikmat nih cewek”, batinku. Ati juga mengimbangi gerakanku atas memutar-mutar pinggulnya.

“Slap.. , slap.. ”, suara penisku yang lagi giat-giatnya menaiki vaginanya dapat didengar atas merdunya.
“Terus Mass.. , lalu.. , ah.. , lezat.. ”, jeritnya minim.

saya kian terangsang serta memacu aksi penisku. Kupandangi muka cantik Ati yang saat ini kancap atas keringat serta mulutnya yang sebelah terbuka. “Kubikin anda baik Ati”, bisikku. beliau cuma mesem serta kian memacu aksi pinggulnya. luang kulirik penisku yang lagi bertindak menaiki gohong kenikmatan Ati. saya juga kian terangsang.

Payudara Ati beranjak naik turun seiringan keinginan yang kian melambung. enggak berapa lamban setelah itu, kedua kakinya dilingkarkan di pinggangku serta memipit akrab. Wajahnya telah merah mati serta matanya sedikit terkatup. Lagi-lagi bibirnya digigit seorang diri serta tangannya mendorong pantatku buat masuk lebih dalam. kian kubenamkan penisku dalam-dalam. Tanganku memijit-mijit payudaranya. sebagian detik setelah itu pantatnya diangkat serta kuncian kakinya kian akrab hingga saya sulit bernafas.

“Aaahh.. ”, beliau berdengking serta badannya mengejang.

Rupanya beliau lagi mendapati orgasme. Penisku kerasa berair oleh larutan vaginanya. tetapi, lihat aja enggak kulepas penisku dari kuncian vaginanya.

“Kamu hebat Mas”, ucapnya di sela-sela desau nafasnya.

Kucium bibirnya serta lekas kuangkat kedua pahanya tinggi-tinggi hingga ke dadanya. atas bersemangat kugenjot lagi vaginanya.

“Aih.. , rehat dulu dong abang.. ”, pekiknya ayal dengan mesem.

lekas kusumpal bibirnya atas mulutku serta kian kupercepat aksi penisku menaiki gohong vaginanya. Gelinjangnya kian buas. sekeliling 5 menit setelah itu, beliau memekik lagi. saya juga telah enggak kuat.

“Di dalam aja Mas”, bisiknya sebati. Kupercepat aksi penisku di dalam vaginanya serta.. ,
“Crot.. , crot.. ”, kubanjiri vaginanya atas benih kentalku. kita berpelukan akrab dengan melaksanakan french kissing.

Ati menaruh kepalanya ke dadaku dengan mengelus-elus penisku.

“Hebat betul punyamu abang, saya udah senang banget”, ucapnya atas senyum manis.

karna dielus-elus, penisku juga bangkit lagi. Ati nyatanya mengerti serta langsung mengulum penisku di mulutnya. Hebat lah, enggak kena gigi! Tangan kanannya menggojlok penisku, sementara mulutnya atas besar perut menjilati kepala penisku. Wow, nikmat sekali rasanya, serasa saya melambung di langit ketujuh.

tidak adem, saya lekas bersandar serta beliau lekas menjangkang. kita juga bercinta lagi atas aktif. atas berapi-api, beliau memompa penisku naik turun. Di depan mataku, payudara indahnya beranjak naik turun serta lekas aja kulahap keduanya. beliau kian abnormal, serta kedua tangannya diangkat di kepala.

“Bless.. , bless.. , bles.. ”, penisku kian lekas dipompanya.
“Barengan yuk”, pintanya.

akibatnya, dengan melekap tubuhku erat-erat, beliau menarik rambutku atas mata terkatup akrab. Kali ini saya enggak ingin menahan-nahannya lagi, serta lekas aja kusemburkan spermaku sekali lagi. badan Ati melengkung ke belakang manahan kenikmatan yang tidak tara. sebagian detik kita serasa di awang-awang. Peluh mandi badan kita empat mata. dari ketika itu, kita senantiasa mengulangi persetubuhan yang bagus itu, bagus di lokasi kosku, di rumah Ati atau di hostel yang kita carter.