Cerita Mesum Seks Harumnya Memek Mahasiswi Jogja

Cerita Mesum Seks Harumnya Memek Mahasiswi Jogja

Posted on

Cerita Mesum Seks Harumnya Memek Mahasiswi Jogja

cerita sex terbaru, cerita sex selingkuh, pengalaman sex, cerita sex hot, cerita nakal Saya seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Panggil saja aku Borris Cerita ini adalah kisah nyata saya yang masih berlangsung meski saya akui saya jenuh dan ingin mencari pengalaman lain dengan wanita yang berbeda.

Cerita Dewasa Terbaru 2017 Pembantu Binal Nikin Nafsu

Ceritanya dimulai dengan kisah pacaran saya dengan Mia, seorang mahasiswa yang berbeda dengan saya. Setelah saya berkencan dengannya selama dua bulan, maka Mia mengungkapkan sisi kehidupan nyatanya, bahwa dia menganut seks bebas. Situasi itu saya tahu dari kata-katanya sendiri saat saya selesai makan bersamanya di bangsal khas mahasiswa Yogyakarta. Pada saat itu dia mengatakan kepada saya bahwa selama tiga bulan dia tidak pernah menyentuh seorang pria termasuk saya. Intinya tentu saja merasakan kenikmatan seksual yang telah terpenuhi dari mantan pacarnya di hadapanku. Kas Saya terkejut mendengarnya. Batang penisku lurus lurus dan sepertinya ingin melompat keluar.

“Kenapa kamu tiba-tiba jadi horny seperti ini ..?” Saya bertanya.
“Saya menghabiskan tiga hari menonton BF dengan rumah kos saya ..,” jawabnya, “ayo .., kamu mau ya ..?” Dia memohon.

Aku semakin tidak sadar akan permintaannya saat dia tergantung di lenganku dengan manja. Akhirnya saya memutuskan untuk meladeninya, walaupun saya belum pernah melakukannya sama sekali dengan wanita manapun. Dia tampak senang mendengar bahwa kesediaan saya untuk melayaninya malam itu. Di kepala saya mulai muncul pikiran kotor sambil berfantasi dengan keanggunan tubuhnya yang sintetis, langsing dan mengandungnya (ukuran dadanya 34 A, kira-kira jadi deh). Seketika motor saya langsung dibawa ke tempat kosnya gratis, dan orang bisa masuk, karena tetangga agak jauh dari rumah. Di rumah kosnya, saya memarkir sepedaku dan langsung masuk ke kamarnya.

Teman-teman dari salah satu rumah kosnya hanya mengejek kita saat kita baru masuk, “Waaahh, sudah sekarat ya .. abis itu kemarin ..?” Kata salah satu dari mereka dan langsung disambut sorak sorai lainnya.

Saya diam saja, sementara Mia terkekeh dan berkata, “Kemarin ..! Umat saya juga kepengen kok ..!”

Sesampainya di dalam kamar, Mia bergegas mengunci pintu dan langsung memukulku sampai terjatuh di kasurnya. Dia mulai menerkam bibirku dengan ciuman penuh nafsu itu. Saya tidak punya pikiran untuk menghentikannya. Aku segera melayani ciuman ganasnya dengan ganas juga. Tangan Mia mulai merangkak di bajuku yang masih tertutup celana. Saya juga tidak mau kalah juga, kusergap payudaranya dengan meremas lembut sementara saya melepaskan satu per satu kancing kemejanya.

Akhirnya dia berdiri karena dia melihat saya mulai bernafsu dan sudah mulai membuka kemejanya. Dia mulai membantu saya menanggalkan pakaian saya ke celana saya dan pada saat yang sama pakaian dalam saya terlepas dari tubuh saya dan melemparkannya ke tepi tempat tidurnya. Dan sebaliknya, saya menusuk pakain sampai kita berdua telanjang. Tanpa berpikir, saya beristirahat di kasur dalam posisi duduk, dan sekarang wajahnya tepat di depan batang pria saya yang berdiri tegak.

“Saya rindu alat kelamin laki-laki ..!” Katanya sambil menggerakkan selangkanganku dengan lembut.

Aku mulai menggeliat. Ini pertama kalinya selangkangan saya dikocok oleh seorang gadis. Suara-suara itu semakin lama semakin mendesah. Tidak sampai dua menit dia mengocok, tiba-tiba mulutnya mengarah ke batang laki-laki saya dan dia mulai menyedotnya. Gila..! Sensasi yang luar biasa. Saya terkesan dengan permainan mulutnya, sesekali mengisap, bermain dengan gigi, dikulum, menjilat dan lebih deh.

Setelah beberapa saat dan saya juga mulai terangsang, saya mengangkatnya ke sisi saya dan sekarang saya berlutut di lantai, sementara Mia sekarang duduk di kasur. Aku tidak tahan mencoba merasakan jilat miliknya tanpa satu bulu pun, karena Mia sepertinya telah mencukurnya. Saya mulai dengan memainkan vagina saya terlebih dahulu dengan jari-jari saya.

“Sssttt … aaahhh … tetap ..!” Ia mengerang saat jariku mulai masuk daerang senggamanya liang.

Aku mulai bermain dengan jari-jarinya, dia mulai berjuang dengan pantatnya. Tidak lama kemudian, saya mulai menjilati berbagai macam cara di lembah gersang itu, dari meletakkan lidah saya ke dalam lubangnya sampai saya mengitarinya di lipatan yang membuat Mia menggeliat seperti pria yang memiliki nafsu. Kira-kira 10 menit saya main senggamanya, Mia mulai tidak tahan.

“Maaass … akuuu .. maauu .. outr … aaahhh … masuk aja pake … batang … misa .., uuuhh … aaahh ..!” Rontanya sambil mengangkat pantatnya, sementara kepalaku masih tertekan, seolah dia meminta untuk tidak melepaskan lidahku di lembah.

Saya tidak peduli mengerang sampai suatu hari, “Seerr … haaahh … haaahh ..!” Mia berdiri tegak untuk merasakan orgasme. Ayam kemaluannya masih saya tidak membiarkan menganggur, saya masih bermain dengan sukacita dengan jari saya. Mia masih berjuang. Segera dia menyerang bullion saya, mengguncangnya dan membuatnya bergairah dengan penuh semangat. Aku berjuang sedikit seolah Mia telah menjawabku.

Akhirnya saya hanya meletakkannya di posisi telentang, saya mulai membimbing batang tubuh ketegangan saya masih ke lubang senggamanya, dan, “Slepp ..!” Barangankuudah masuk penuh. Ketika rudalka saya masuk penuh, Mia mengerang, “Haaahh .. Maaasss .. goyang ..!” Dia mengerang manja. Saya menaati kata-katanya, saya mulai menggoyang pinggul saya dan menusuk lubang kudanya dengan batang laki-laki saya.

Sebuah rintihan untuk merintih datang dari mulut kita. Sampai akhirnya Mia semakin tidak menentu, saya tahu kalau dia sudah ingin orgasme lagi. Melihat gejalanya, saya segera mempercepat gerakan saya sampai akhirnya, “Serr .. serr .. serr ..!” Kehabisan kesenangan cairan dari liang.

Cerita Mesum Seks Harumnya Memek Mahasiswi Jogja

“Hentikan … Stoop dulu … hhuuhhh … huuhh .. haaahh, jangan .. menarik Mas ..! Biarin aja ..” pintanya. Saya tidak menarik pangkal pahaku dan segera merasakan tangkai jantan saya tersedot-hisap liang vagina, gila ..! sangat menyenangkan. Segera saya berbaring di tempat tidur di punggung saya. Sekarang posisi Mia berada di atas dalam posisi duduk sambil menyeret bar saya dan membimbing lagi ke arah kemaluannya.

“Tidur ..!” “Oohh .. liang Anda benar-benar bagus ..!” Saya bilang.
“Apakah kamu juga membuatku gila mas ..!” Dia berkata sambil naik turun di tubuh saya.

Tanganku tidak tinggal diam, aku meraih payudaranya dan kukulum, kuhisap payudaranya secara bergantian saat dia mulai meremas bergantian tanpa berhenti. Kegilaan Mia semakin kuat dan semakin jauh. Saya mulai tidak tahan, karena posisi ini adalah yang paling saya suka, karena tangan dan mulut saya tidak akan berhenti bertengger di tubuh wanita yang paling saya suka, payudara. Setelah sekitar 15 menit kami saling mendorong hawa nafsu masing-masing, akhirnya saya merasa tidak tahan lagi keinginan untuk meniup lahark saya.

“Saayy … aku maauuu keluar Saayy ..!” Aku mengerang.
“Tunggu aku Massss … ntar keluar aku kocokin aja ..!” Kata Mia yang membuat saya kaget dan langsung membayangkan betapa nikmatnya dikocokin tangan saat ingin orgasme.

Tidak lama kemudian, saya merasa paha Mia terjepit lebih keras dan lebih tidak teratur, sementara saya juga mulai merasa sedikit keluar. Seketika pangkal paha terasa cairan yang memerah dari rahim saat Mia terlihat berantakan berantakan. Saya tidak ingin keluar saat itu.

“Mia, aku juga dong outin.” Aku merintih saat meremas payudaranya yang matang. Seketika ia mengocok batang jantan saya dan langsung membasahi air liurnya, mengisap dan dikulumnya seperti makan es krim. Tidak lama kemudian aku menumpahkan air ke lehernya saat dia terus mengaduk jalan tidak berhenti. Setelah itu dia membersihkan rudalku dengan jilatnya.

“Saya ntar malem mau tau ya ..?” Saya memohon.
“Saya juga ingin misa lagi ..!” Dia berkata dengan ciuman lembut di bibirku.

Sejak saat itu saya mulai kecanduan seks dan kami berdua tidak pernah ragu lagi jika lagi ingin berhubungan seks. Begitu kita melakukannya tiga kali sehari. Sebenarnya kita tidak pernah hanya melakukan 10 hari dengan seks oral saja, mengingat bahwa Mia baru menstruasi. Tapi petualangan saya belum berhenti sampai di situ.

Dahulu kala, permainan seks kami mengintip rumah kos Mia dan dua temannya untuknya. Sampai saat Mia telah lulus dan kembali ke kampung halamannya, saya tetap bermain untuk menumpang Mia karena setelah kepergian Mia, saya menjadi nyonya Mia menaiki Mia dan seorang teman yang menumpang Mia yang juga sempat mengintip kita berhubungan seks sampai sekarang.