Cerita Dewasa TerHot 2017 Mbak Femi Istri Tetangga

Posted on

Cerita Dewasa TerHot 2017 Mbak Femi Istri Tetangga

Cerita Dewasa TerHot 2017 Mbak Femi Istri Tetangga Namanya Mbak Femi. Mbak Femi sudah kawin dan punya 1 anak, tapi sayang suami Mbak Femi, mas Anto adalah pelaut di kapal pesiar Eropa, jadi Mbak Femi sering tertinggal 6 sampai 8 bulan. Oh iya, saya kenal baik dengan mas Anto, suaminya, karena beberapa kali mas Mas kembali ke Indonesia mbak Femi dan Mas Anto mengajak saya jalan-jalan.

Cerita Sex 2017 Ngentot Mbok Inem Tukang Urut

Kisah dewasa terbaru ini dimulai saat saya ingin mencetak laporan pekerjaan. Karena printer diletakkan di atas meja Femi, saya berjalan ke mejanya. Tapi sebelum sampai ke mejanya, saya melihat Femi mbak serius membaca situs web di layar komputernya. Saya tertawa sedikit dan kembali ke mejaku, saya tidak ingin mengganggu Mbak Femi, karena saya tahu betul situs web yang dibaca mbak Femi adalah kumpulan situs cerita erotis.

Lalu aku menggoda Mbak Femi dengan mengirim pesan YM kepadanya:
“Hayo lagi baca apa? Nakal ya …” isi pesanku padanya
Mbak Femi langsung berbalik dan menatap tajam ke arahku, aku hanya tersenyum melihat wajah marah bercampur panik.
“Tidak baca apapun, mau tau ya!” Jawabnya masih melalui YM
“Jangan malu mbak, saya juga sering baca kok” jawab saya lagi

Dia menoleh ke arahku dari kejauhan dengan wajah cemberutnya.

“Mas Anto masih lama ya?” Tanyaku lewat YM
“Uh-huh, sangat malu karena tertangkap” kata Mbak Femi
“Mau bantuan?” Tanyaku menggoda
“Berarti?” Dia membalas
“Ya saya rindu mas Mas yang sama, siapa tahu saya bisa ganti sementara” jawab saya nakal
“Maksudnya?” Dia bertanya lagi, saya tidak tahu dia pura-pura atau benar-benar tidak mengerti.
“Saya seorang pria juga, mungkin bisa membantu mbak kayak yg di website” jawab saya tambah nakal

Mbak Femi menatapku dengan marah lalu menjawab

“Hati-hati ya, aku akan meniru mas Anto, lalu ketahuilah seleramu”

Aku hanya tertawa dan menjawab

“He..he .. dia .. hanya becanda mbak”. Aku benar-benar hanya ingin menggodanya.

Setelah ngobrol, saya tidak terlalu memperhatikan mbak Femi karena pekerjaan saya begitu menumpuk pada saat itu. Sampai seminggu kemudian Mbak Femi mengirim pesan YM ke komputer saya.

“Yan, lagi-lagi sangat sibuk ya?” Dia bertanya melalui YM
“Iya nih nih, deadline bulan depan” jawab saya gila, karena saya sedang sibuk mengerjakan tugas susun saya.
“Mmmmm …” jawabnya tidak jelas.

Karena jawaban aneh saya mengirim pesan “Apa itu mbak, adakah masalah?”

Setelah beberapa saat dia mengirim balasan “Rian, masih ingat tawaranmu saat itu?”

Sejujurnya saya lupa apa yang saya tawarkan, karena pikiran saya penuh dengan pekerjaan saya. “Yang tawarkan ya ya mbak, maaf saya lupa” jawab saya

“Itu minggu lalu loh, dia bilang mau bantu saya” jawabnya lagi.

Tapi karena saya benar-benar lupa, saya dengan polos menjawab “tolong apa?”

“Ya sudah sudah lupa” jawabnya singkat

Saya berpikir keras, saya sudah janji apa ya sama dia minggu lalu. Setelah beberapa saat mengenang, saya tersentak sejenak, karena saya tidak berharap untuk bercanda tentang saya minggu lalu jadi ditanggapi dengan serius dengannya.

“Maaf mbak, siapa situs webnya ya ya ya ya?” Saya meminta penyelidikan penuh.

Saya menunggu jawaban untuk waktu yang lama sampai dia menjawab “Ya, itu dia, bukan?” Dia bertanya lagi.

Saya tersenyum sedikit, dimana ada cowok yang menolak tawaran kayak gini, terutama dari Mbak Femi yang cantik itu. saya menjawab

“Nah tidak perlu tanya mbak, lalu bagaimana?”
“Sabtu besok untuk datang ke rumah saya ya, agak terlambat aja tapi hati-hati, rahasianya ya” jawabnya.
“Oke” jawab saya yang mengakhiri obrolan.

Sabtu sekitar pukul 4 saya sampai di rumah Mbak Femi. Rumahnya sepi, saya tidak melihat anak Ria Mbak Femi baru berusia 4 tahun.

“Ria dimana mbak?” Tanyaku saat aku duduk disofa ruang tamu rumahnya.
“Saya pergi ke rumah neneknya” jawabnya sambil membawa minuman dari dapur.

Lalu ia tersenyum nakal. Aku hanya tertawa sedikit tentang tingkah lakunya.

Cerita Dewasa TerHot 2017 Mbak Femi Istri Tetangga

Hari itu sangat seksi, dia mengenakan kemeja putih ketat dan celana krem ‚Äč‚Äčkrem. Saya belum pernah melihat dia berpakaian seperti ini sebelumnya, tapi saya pikir mungkin dia berpakaian jadi karena saya tahu tujuan saya datang ke rumahnya berbeda kali ini.

Setelah meletakkan minuman di atas meja, Mbak Femi duduk di sofa kecil yang melintasi sofa panjang yang saya duduki. Sebenarnya saya sedikit kecewa dia memilih duduk di sana, tapi pikiran itu segera lenyap karena saya sibuk melihat pahanya yang putih lebar karena celananya ditarik saat dia duduk. Ditambah lagi dengan kaos tipisnya, aku bisa melihat bayangan bra dari bunga yang dia kenakan. Perutku mulai mengencang saat aku menatap wanita berpakaian minim itu.

Tapi sayang mbak Femi nampak canggung. Setiap kali saya mulai berbicara agak menyeramkan, dia langsung mengalihkan percakapan ke percakapan lainnya. Nah itu buruk, pikirku, bisa gagal rencananya karena Mbak Femi takut dulu.

Sampai suatu saat Memi Femi terdiam, sepertinya dia kehabisan kata untuk membicarakan yang lain. Kesempatan itu saya biasa duduk di dekatnya. Dari sofa yang terpisah, aku meraih kedua tangan saat aku menariknya perlahan.

“Mbak ..” kataku pelan.

Mbak Femi hanya menatapku sambil membungkuk, ada sedikit ketakutan yang terpancar dari wajahnya.

“Mbak …” kataku lagi sambil menariknya untuk duduk lama disofa bersamaku.

Mbak Femi mengikuti tarikan tanganku, masih sambil membungkuk di antara rasa takut dan malu.

Mbak Femi duduk di sudut sofa, sementara aku duduk di sampingnya. Perlahan aku mencium kedua tangannya, Mbak Femi masih menatapku sambil menunduk. Saya tahu sebenarnya Mbak Femi mau, takut saja karena ini pertama kalinya ada pria selain suaminya yang menyentuhnya.

Aku pegang kedua pipinya dan mengangkatku jadi aku melihat wajahnya. Saat kami saling berhadapan aku melihat wajahnya seperti anak yang ketakutan. Aku mencium keningnya untuk menenangkannya. Tampaknya cukup berhasil, wajahnya sedikit menurunkan ketegangan. Aku mencium keningnya sekali lagi lalu mencium pipinya. Mbak Femi diam saja sambil menutup mata.

Aku mencium bibirnya sekali, tidak ada reaksi. Aku mencium sekali lagi. Kali ini ada sedikit jawaban. Ketiga kalinya aku mencium bibirnya untuk waktu yang lama. Mbak Femi sudah berani, dia membalas ciuman saya berangsur-angsur liar. Saat aku memberanikan diri untuk memasukkan lidahku ke mulutnya, dia menyapa dengan liar, bahkan membalas dengan memasukkan lidahnya secara bergantian.

Saat ciuman saya menjadi lebih liar, jangan lupa tangan saya mulai bekerja. Pertama-tama tanganku memegang pinggang rampingnya, lalu dari sana aku menarik punggungnya. Setelah itu saya membelai perutnya, perutnya terasa rata tanpa lemak meski sudah melahirkan satu kali. Siku saya menurunkan pinggulnya. Lalu ikuti garis celana dalamnya, aku menyentuh pantatnya, lalu aku meremas pantatnya. Mbak Femi hanya erangan kecil saat aku meremas pantatnya.

Lalu aku berani meremas payudaranya, meski masih dari luar t-shirt. Tapi karena kaosnya kurus dan Branya adalah model bra tipis tanpa kawat, saya dengan mudah memeras kedua payudara yang sering saya nikmati dari jauh. Kali ini mbak Femi mengerang agak nyaring meski tidak melepas ciumanku. Aku melepaskan tanganku ke kemejanya yang berusaha melepaskan kaitan dari bagian belakang bra-nya. Tapi Mbak Femi beraksi lebih, ia membuka kemeja dan bra.

Melihatnya membuka bajunya, aku membuka bajuku. Saya menjaga kondisi saya selalu sama dengan dia jadi dia percaya. Sambil membuka baju, Mbak Femi menata bantal sofa yang berukuran besar di ujung sofa lalu dia bersandar di sana dengan pasrah. Setelah saya membuka kemeja, saya memosisikan tubuh saya di antara selangkangannya, dia membuka selangkangannya sedikit lebar untuk memudahkan saya.

Aku menciumnya lagi, kali ini saat menguleni payudaranya masih sangat kenyal. Aku sering mencium pipi dan lehernya. Saya juga sesekali menjilat lehernya untuk membuatnya gemetar sesaat.

Ciuman yang kuturunkan ke arah payudara kanannya. Perlahan aku mencium payudaranya tapi aku menghindari putingnya. Lalu aku menjilat untuk membalikkan badan lebih kecil sampai akhirnya ke puting susu. Saya mengisap sesaat kemudian saya pindah ke payudara kiri untuk mengobati hal yang sama.

Sepertinya mbak Femi tidak sabar, lalu dia menarik tanganku dan menempelkan telapak tanganku ke arah payudara yang bebas. Aku mengerti, lalu aku mengulurkan pelan payudaranya sementara terkadang memutar-mutar putingnya.

Serangan saya membaik Perlahan aku menggeser pahanya yang dalam. Mbak Femi fucked serangan saya. Aku menyelipkan tanganku ke celana dalamnya. Segera terasa oleh lipatan vagina saya ditutupi dengan bulu halus, sangat basah disana.

Tiba-tiba Mbak Femi menarik celananya untuk membuka. Nah buru-buru mbak ini saya bantu melewati celana pendeknya. Lalu aku sendiri membuka celanaku. Sekarang kita berdua telanjang.

Aku mengikuti Femi sekali lagi. Rencanaku adalah aku ingin mencium bibirnya, lalu turun ke payudaranya dan kemudian mencium vaginanya. Tapi Mbak Femi sudah capek. Dia menarik-narik tarikan mataku agar diarahkan ke vaginanya. Hmm .. sepertinya Mbak Femi sudah begitu lama menahan nafsu nya jadi mau hanya menusuknya saja. Aku mengikuti kemauannya, aku mengarahkan pussy ke pussy, tapi Mbak Femi masih memegang kintol ku seolah tak sabar untuk anak kandungku memasukkan kememeknya.

Aku mendorong perlahan kintolku sampai roboh semua, mbak Femi mengerang agak nyaring, tubuhnya terasa sangat rileks karena merasa lega pada akhir mimpinya juga bisa diraih.

Mbak Femi terdiam beberapa saat baru saja menerima kumis baruku perlahan. Tapi tiba-tiba Mbak Femi menjadi sangat liar, tangannya erat menekan pantatku sambil menggoyangkan pinggulnya ke kiri-keku dengan liar, seolah ngapet ku tidak cukup. Wow ini deh kalo cewek dianggurin sama suami, jadi super liar.

Mbak Femi berteriak, saat ia terus memutar pinggulnya sampai ketukan kintolku. Tapi tiba-tiba tubuh Ibu Femi menegang saat berteriak keras. Rasakan semprotan cair dari dalam vaginanya, dia adalah orgasme hebat.

Lalu tubuhnya terasa sangat lemah, dia menatapku dengan senyum kecil. Dimemeknya sangat basah, aku merasakan cairan vagina sampai menetes. Aku bergetar pelan karena aku tidak punya apa-apa, tapi sepertinya orgasme Femi begitu hebat sehingga dia tetap lemas lemas dengan senyuman kecil seperti diawang-awang. Akhirnya saya menghentikan omong kosong saya dan saya menarik k0ntol saya dari vagina, karena Femi terlihat lebih dan lebih lemah dan terlihat mengantuk.

Akhirnya aku mengangkat Mbak Femi dan aku tidur di kamarnya. Aku tidak mendandani dia, baru saja menutupinya, lalu dia tertidur.

Aku mengenakan bajuku dan duduk di ranjang yang menyertai Ibu Femi tidur sambil nonton televisi yang ada di kamarnya.
Pukul 7 sore tiba-tiba Mbak Femi memelukku dari belakang, lalu digantung di punggungku.

“Eh sudah bangun mbak?” saya bertanya

Dia hanya mengangguk sambil masih memelukku erat-erat.

“Maaf ya Yan ..” katanya manja.
“Permisi kenapa?” Tanyaku sambil membelai tangannya yang melingkari dadaku.
“Maaf aku langsung tidur, tapi kamu bukan apa-apa,” kata mbak Femi
“Lalu bagaimana kabarmu?” Dia bertanya, merasakan tarikan mataku dari luar celananya.
“Nah apa mbak kok” jawabku sambil membalikkan tubuhku. Lalu aku memeluknya erat-erat.

Saya tidak tahu mengapa saya sangat disayangi wanita itu. Aku mencium dahinya sekali dan kemudian aku memeluknya erat lagi.

“Apakah Anda ingin melanjutkan sekarang?” Bisik Femi mbak masih ada di pelukanku. “Nanti aja mbak” jawabku. “Kami makan malam aja yuk” ajak saya. Lalu Mbak Femi berdiri dan mengenakan jubah mandi. “Ayolah, saya memasak sore ini khusus untukmu” ajak Mbak Femi ke meja makan.

Saat makan malam kami bercerita panjang lebar. Dari perbincangan yang saya tahu jika Mbak Femi memang memiliki nafsu seksual yang sangat tinggi namun sayangnya mas Anto jarang pulang. Dia sebenarnya sering tidak tahan, tapi tidak mau mengkhianati mas Anto, tapi saat bertemu saya, Mbak Femi memperhatikan saya, jadi saat saya menawarkan pertolongan saat itu, Mbak Femi langsung menganggapnya serius.

Setelah makan malam kami menonton televisi. Kami duduk di lantai permadani. Mbak Femi duduk di antara selangkangan terbuka, dia bersandar di dadaku, saat aku memeluknya dari belakang.

Selama menonton tv, kita seperti pasangan yang sedang mabuk cinta. Mbak Femi akan sangat manjur padaku sementara aku akan memanjakannya dengan senang hati. Memeluknya dari belakang, sesekali aku membelai rambutnya dan mencium tengkuk putihnya. Mbak Femi hanya berteriak perlahan sambil sesekali mencium tanganku yang memeluknya.

perlahan aku mulai membelai payudaranya, Mbak Femi mulai duduk dengan gugup. Terutama saat meremas payudaranya, tubuhnya mengencang dan meremas irama dengan meremasnya. Tangan kananku tergelincir ke dalam celana dalamnya. Pelan-pelan saya memoles garis pussy, terasa perlahan pusaran cairan mulai membanjir.

Tangan kiriku ke bathrobenya langsung meremas payudaranya un dibaluti bra lagi. Sementara jari tengah tangan kananku mulai menembus vagina, rasanya pusing pegal.

Mbak Femi tidak bisa menunggu lalu berbalik, lalu dia menciumku dengan ganas, sementara tangannya menyerbu celana untuk mencoba kintolku, aku membuka ikat pinggang dan ritsletingnya sehingga mbak Femi bisa menarik kintolku keluar dan mulai membelainya.

“Mbak dikamar aja yuk” ajak saya.

Mbak Femi hanya mengangguk. Lalu aku membawanya ke kamar tidurnya. Saat tidur di kamar tidur saya menaruhnya di tengah ranjang, lalu saya melepas jubah mandi dan celana dalamnya jadi dia telanjang. Lalu aku melepas bajuku dan celana jadi aku telanjang.

Perlahan aku merangkak menutupi tubuhnya untuk memposisikan tubuhku di antara selangkangannya. Lalu aku mencium bibirnya perlahan. Ciuman aku menurunkan keleher-nya, sesekali aku menjilat lehernya. Ciuman lalu aku turun kembali ke payudaranya. Di sana aku mengisap puting susu dan memeras payudaranya. Sesekali puting gigitan kecil memberinya sensasi.

Cium aku lagi ke perutnya yang rata. Disana saya baru sadar itu pinggul Femi sangat bagus. Aku mencium pinggulnya lalu pahanya yang dalam. Saya sengaja merindukan vaginanya untuk tujuan akhir. Dari pahanya aku mencium betisnya sampai aku mencium jari kakinya.

Gerakan selanjutnya kembali, aku mencium betisnya, lalu aku mencium pahanya, lalu, pelan aku mencium vaginanya. Aku melihat wajah Femi dari sela selangkangannya, wajahnya terlihat tegang menunggu hal berikutnya yang kulakukan.

Lalu aku menciumnya sekali lagi. Dengan menggunakan jari-jari saya, saya menyeret bulunya agar memeknnya terlihat jernih, pelan-pelan jilat bibir pucat kiri dan kanan perlahan. Selanjutnya, dengan gerakan menjilat tertentu saya mengarahkannya ke klitorisnya. Klitorisnya tidak terlalu besar tapi cukup mudah untuk menjilat lalu aku mengisap pelan.

Hemi Femi rendah hati, sepertinya dia menghindari jilatanku tapi tangga menekan kepalaku untuk terus menjilat klitorisnya. Memeknya cairan keluar sangat banyak.

Lalu aku menyelaraskan tubuhku dengan tubuhnya, dia mengerti jika kamu ingin penetrasi ke pussy. Tapi saya tunda sebentar, saya hanya menggosok kepala saya kntolol ke bibir pussy nya. Dia mengernyit seperti sebuah demonstrasi karena saya bertahan, saya hanya menjawab dengan senyuman kecil. Dia mencoba mendorong pantatku, tapi aku menolaknya.

Dia menatapku dengan wajah memprotes, dia tampak frustrasi. Dia mencoba mendorongnya sekali lagi, tapi tetap saja aku menolak, dia mulai frustrasi. Lalu aku mencium bibirnya sekali dan aku memasukkan penisku ke perutku.

“Kamu sayang sayang .. kamu jahat ..” bisik Femi mbak saat aku memeluknya erat-erat setelah memasukkan kntntolku.

Saya memompa kintol saya ke vagina perlahan, dan Mbak Femi merespons dengan mengikuti gerakan saya. Meski ini sebenarnya posisi konvensional, namun entah bagaimana rasanya enak sekali. Mungkin karena saya sudah merasakan bibit cinta dan mbak Femi juga jadi terasa setiap gesekan kntntolku dan memeknya seperti menyalurkan energi cinta antar tubuh kita.

Aku bangkit dan berlutut di antara selangkangannya dengan koleolku yang masih di vaginanya. Kutaruh jari tengahku ke mulutnya, dan aku menghentikan gerakan kencingku. Pertama dia bingung, tapi kemudian dia mengisap jari saya pelan. Saat mengisap jari saya, gerakan kiddy saya disinkronkan dengan gerakan hisapnya. Dia tersenyum lebar, Ma’am Femi mengerti permainan ini, lalu dia mulai mengisap untuk mengikuti bagian mana dari vaginanya yang ingin ditikam oleh penisku. Bacaan seks terpopuler: Cerita Dewasa Frustrasi Karena Puncak Birahi Wanita

Gerakan hisapan lebih cepat dan lebih sulit untuk menyelaraskan gerakannya dengan kidolol saya, nampaknya dia sedikit lebih orgasme. Saya menarik jari saya dan saya tumpang tindih dengan gaya konvensional. Perlahan saya memompa vagina kadang-kadang perlahan, kadang cepat. Mbak Femi terlihat lebih dekat dengan orgasme, tubuhnya semakin tegang.

Tak lama Memi Femi melengkung tubuh sambil mencicit kecil, pussy terasa sangat licin. Saya mempercepat pompaan saya dan saya mendorong tarikan kening saya sambil menyemprotkan sperma ke rahimnya.

Lalu aku memeluknya berbisik

“Aku mencintaimu mbak”. kehilangan

Recent search terms:

  • cerita dewasa terhot
  • foto cerita mbok emak ml tetangga di sofa